Mahligai (1)

Tuhan tak menyalahkanku jika aku harus menunggu karena mungkin itulah ketetapan-Nya. Tak ada yan lebih dari sesuatu apapun dari pada mencari jalan-jalan yang menuju surga Illahi. salah satu jalan yang harus ku tempuh menantimu seperti menunggu waktu berbuka.

Belum ada Komentar untuk "Mahligai (1)"

Posting Komentar

Apa komentar Anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel