Hanya sebuah Jam Tangan

Itu hanya sebuah jam tangan biasa. Dengan warna perak putih dengan enam permata hijau berbentuk hati, bukan asli. Dapat kamu rawat selama kamu ingin. Dapat kamu pakai selama tak usang. Jika sudah usang, simpan saja.

Itu hanya sebuah penunjuk waktu. Walaupun dia tak dapat terus menunjukkan waktu. Suatu saat ia akan berhenti dan itu tak menghentikan waktu. Seperti nafas yang terhenti tapi tak mampu menghentikan kehidupan. Kecuali kiamat.

Itu hanya sebuah symbol dariku. Kalau waktu itu penting, tak mesti tersia – siakan dan terbuang percuma karena tak ada waktu yang mampu kembali. Kita pun tak dapat menariknya kembali. Meski diriku ingin kembali, seperti saat kita masih kanak – kanak, ada cinta dan cita – cita di dalamnya, antara kita. Itu dulu.

Jam terus berdetak, entah kapan tak terdengar lagi. Kita pun ada di sini dan aku mempertanyakan cinta yang dulu. Seperti apakah sekarang, dirimu cinta masa kecilku? Jika cinta yang dulu tak ada lagi di situ, di dalam hatimu untukku. Itu tak membuat cintaku pergi begitu saja bersama waktu yang terus beranjak. Meninggalkan cerita dan kenangan. Aku menulisnya.

Belum ada Komentar untuk "Hanya sebuah Jam Tangan"

Posting Komentar

Apa komentar Anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel