Belantara Senja

Akulah orang asing yang datang pada senja. Penuh harap sebelum gelap, menemuimu di kedalaman mimpi. Aku tersesat entah arah berlari. Samar lalu hilang di antara rimbunan petang. Di manakah barat tempat senja berlari pergi?

Semua sama, penuh jingga. Yang kudekap hanyalah jingga Yang kusentuh hanyalah pepohonan jingga penuh kekekaran petang. yang kuraih hanyalah rimbunan jingga terselip petang. Yang ada hanyalah jingga dan wangi malam... Lalu semua berubah seakan angin menerbangkan dedaunan senja menumbangkan pohonnya. Bukan lagi samar petang, tapi gelap yang menyelimuti. Mataku menangkap cahaya yang jauh di hadapku. Ku dekati seakan aku tahu pemilik cahaya itu. Ku dapati dirimu di bawah cahaya kunang - kunang, jingga bercampur kuning, seakan dirimu patung emas yang hidup di kegelapan malam, tersenyum padaku. Perlahan jarak kusempitkan, dirimu menarikku.

Aku merasa asing di duniamu, tak mengerti penuh tanya. namun hasrat ingin menyeka senyummu. Membelaimu penuh cinta. Kupejamkan mata ini di sisimu, lalu ku dengar bisikmu "Hei, bangunlah dari mimpimu!"

Belum ada Komentar untuk "Belantara Senja"

Posting Komentar

Apa komentar Anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel