Dalam bait rindu dan puisi, kuingin abadikan dirimu

Tiga puluh enam purnama ku tuliskan catatan rindu
tanpa derap langkamu di sisiku.
Setelah berusaha mengukir cintaku di atas prahara hatimu
Semuanya runtuh tak bergema dalam bisu malam

Banyak puing puisi yang tersisa, terpatri di pematang rindu
Sesekali menyandung kaki, saat mencari penyejuk hati, serupamu

Betapa pun inginmu tuk dilupakan
Dari semua asa yang pernah ada
Aku tak mampu


Kenangamu dan rinduku bagai badai
Kubutuh ketenanganmu

Belum ada Komentar untuk "Dalam bait rindu dan puisi, kuingin abadikan dirimu"

Posting Komentar

Apa komentar Anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel