Catatan 1 April 08

Assalamu'alaikum....

Saya ingin ceritakan tentang seseorang yang membuat saya ingin selalu buat puisi (*untuknya). Dia juga yang telah membuat saya harus nulis ini.

Dua jam lalu saya bertemu dengannya. Di sini, di warnet tempat aku sering internetan (@-may.net). Nggak tau kenapa dia tiba2 aja muncul, padahal aku takkan pernah menduga bertemu dengannya lagi.

Dia langsung menyapa"kok kamu di sini?" Aku kaget, tapi cuek aja soalnya dia dah buat aku sakit hati.Meskipun begitu aku tak tega tak menjawab tanyanya. "yah biasa, lagi cek email nih. Km ngapain di sini?" Tanyaku.. "Lagi ada tugas" Jawabnya.

Dia duduk di kursi samping aku, diam, diam, dan diam.. aku pun begitu.

Sementara itu, tanganku asik memainkan mouse dan keyboard mencopy paste script yang dikirimkan seorang teman. Aku lagi membuat menu dtree, sambil membuka halaman web site, lalu aku copy linknya, copy judulnya, satu persatu dari postingan aku copy paste ke dalam script. Lalu tiba masa untuk buka Beranda Guratan Rindu, dia menyuruh aku tuk menscrool ke atas. Dia pengen liat postingan aku. Aku tahu apa yang dia pikir.


Sebelum selesai dia baca semuanya, aku buka lagi window tuk edit script. Aku gak ingin berlama2 menunggunya selesai membacanya.

Setelah Beranda Guratan Rindu selesai aku parse, aku buka Beranda Seuntai Asa, aku cuek aja dia mau lihat isinya apa gak. Soalnya... isinya adalah asaku yang kutulis terhadapnya. Dia pasti dah tau isinya apa. Dan sekarang itu tak seperti lagi yang tetulis (*mungkin). Soalnya, aku kesal n sakit hati.

Tiba masa saat saya membuka Beranda Tinta Puisiku, dia hanya diam. Aku pun harus diam.
Ketika mas tuk copy link untuk postingan Wahai Atika.. dia ingin sekali melihatnya, aku membiarkannya sesaat dengan ketawa dan senyuman kecilku.

Dia dah mau pulang dan dia nanya aku masih lama atau tidak, aku katakan kalau saya kira2 15 menit lagi. Dia pamit kalau dia dah mau pulang. "See U next time..." kata terakhirnya malam ini dengan senyum yang sebenarnya aku masih rindukan di wajahnya. Aku membalasnya dengan senyum dan "Yup!"

Aku tak ingin menahannya, sebab dia pernah SMS "jangan pernah hubungi aku lagi......., aku lagi ... (dst)"
Semenjak hari dia mengatakan itu, barulah sekarang bertemu lagi. Aku tak mau menanyakan lagi apa alasan yang sebenarnya. Cukup sudah hati ini terluka, kau pernah buatku menangis "ada apa sebenarnya? Apa salahku?" Sekarang aku tak mau tangisi itu lagi untuknya. Saya bersyukur dia yang pernah di hati masih sehat2 wal'afiat.

Ini adalah puisi pertamaku untuknya... (kelas 3 SMP Juli, 2003)

Di Bawah Senja

Dikau bertiga kawanmu
Berjalan ke arahku
Tersibak cahaya senja di jilbabmu
Aku memandangmu sampai pengujung mataku


... dan puisi sepiku, kenangan tentangnya...

Puisi Kesepian

Ketika puisi bertahta

Pada kesepian jiwa
Aku menjadikannya bunga
Menemaniku dalam gulita

Helai demi helai
Kupatrikan puisi
Menjadi sebuah mimpi
Melewati kenangan hati


Aku telah berusaha menghapus kenangannya, namun semuanya tetap saja melekat.
Aku telah berpuisi ala pujangga...
Aku telah mati dalam kenangan
...bangkitkan aku!

Buat para pengunjung setia blog syam, sekian dulu yah karena warnetnya udah mau tutup.
Terimah kasih udah mau membaca catatanku jug udah mau mampir dan meluangkan waktu tuk melihat dan membaca puisi2ku.

Wassallam..

Belum ada Komentar untuk "Catatan 1 April 08"

Posting Komentar

Apa komentar Anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel