Sebuah Mimpi tentang Cinta

Seorang pemuda bercerita
Pada zaman yang masih muda
Tentang mimpi akan cinta
Melewati seribu persimpangan asa

Ia memulai ceritanya
Pada sebuah senja
Ketika tiga jelita
Berjalan sayu kearahnya

Jelita yang kedua
Dihitung dari kiri atau kanan sama saja
Ia memandangi Sang Dara
Hingga pengujung mata


Lalu di sebuah pagi
Ia melihatnya lagi
Ia memberanikan diri
Tak perlu ada gengsi

Masa tak berhenti
Cinta terpatri
Hati diberi
Pada kekasih hati

Masa tak berhenti
Rindupun menghampiri
Semua menjadi puisi
Kado saat jumpa nanti

Tinta puisi telah terpatri
Menemani rindu dan sepi
Tiga puluh enam purnama telah pergi
melewati kemarau hati

Tuhan mempertemikannya lagi
Pada sebuah pagi
Setelah ia mencari - cari
Berpuluh - puluh hari

Tangan jelita terasa menyambut hati
Namun itu tak lama menjadi
Setelah berhari - hari bersama lagi
Semua harus menjadi mimpi


Jelita telah ke lain hati
Tangis malam meruntuhkan hati
Semua asa sekejap pergi
Dan rasanya seperti ingin mati

Betapapun luka hati
Selalu merintih mimpi
Jelita masih menari
Di dalam relung hati

Betapapun tetesan air mata
Sudah menghapus puisi cinta
Namun asa tetap ada
Mebekas akan kenangannya

Belum ada Komentar untuk "Sebuah Mimpi tentang Cinta"

Posting Komentar

Apa komentar Anda?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel